1. Manajemen Memori
Manajemen memori merupakan salah satu tugas dari sistem
operasi yang mempengaruhi dalam menentukan proses yang harus diletakkan pada
antrian. Berfungsi sebagai berikut
- Mengelola Informasi yang dipakai dan tidak dipakai
- Mengalokasikan memori ke proses yang memerlukan
- Mendealokasikan memori dari proses yang telah usai
- Mengelola swapping atau pagging antara memori utama dan disk
Menurut keberadaannya manajemen memori dibagi 2 yaitu
 |
gambar 1 Peta konsep keberadaan manajemen memori
a. Dengan Swapping atau paging
Manajemen memori dengan pemindahan proses antara memori
utama dan disk selama eksekusi
b. Tanpa Swapping atau paging
Manajemen memori tanpa pemindahan proses antara memori utama
dan disk selama eksekusi
Berikut perintah dalam manajemen memori di terminal linux:
Free
Untuk melihat memori yang terpakai oleh suatu proses
2. Manajemen Disk atau I/O
Dalam manajemen disk dan i/o terdiri dari manajemen partisi
dan manajemen I/O
Berikut beberapa perintah dalam manajemen partisi baik
pembuatan maupun format partisi. Perintah tersebut menggunakan command fdisk
(dalam terminal). Macam macam fdisk
Dalam menggunakan perintah fdisk harus disertai sudo karena
bersifat super admin.
Contoh di terminal:
Selain itu manajemen
I/O dapat dilakukan dengan melihat I/O yang tehubung dengan PC kita dengan
mengetikkan lsusb
3. Manajemen File dan Direktori
Dalam manajemen file dan directory terkait dengan proses
manipulasi, penghapusan , menyalin dan memindahkan file maupun direktori serta berbagai proses lainnya
- Rename : berfungsi untuk memanipulasi nama file maupun
direktori yang ingin diubah
- Delete : menghapus file maupun direktori yang diinginkan
biasanya harus memakai sudo saat menjalankan perintah di terminal. Nama
perintah di terminal adalah “rm”
- Duplicate/Copy : menyalin file maupun direktori ke suatu
direktori lainnya, nama perintah diterminal adalah “cp”
- Move : memindahkan file atau direktori dari direktori a ke
direktori b, nama perintah di terminal adalah “mv”
Selain itu ada beberapa proses lainnya yang bisa dilakukan
misalnya melihat daftar direktori dengan perintah “pwd” maupun “ls”. Membuat
direktori dengan perintah “mkdir” maupun proses pencarian dengan menggunakan
perintah “find”.
Kompresi File
Ketika ingin membuat back-up dari arsip, kita bisa
menggunakan kompresi file. Dalam linux ada dua program yang populer yaitu
“gzip” dan “bzip2”.
|
Dalam gzip kompresi file menggunakan “gzip services”
sedangkan untuk dekompresi menggunakan “gzip –d services.gz”
Dalam bzip2 kompresi file menggunakan “bzip2 services”
sedangkan untuk dekompresi menggunakan “bunzip2 services.bz2”
Referensi :
Modul Praktikum SO 6
Modul Praktikum SO 7